Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Telkom-CT Corp Belum Sepakati Jumlah Saham

Telkom menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat keuangan atas rencana transaksi jual-beli tersebut. Namun Arif tidak merinci berapa penawaran jumlah saham yang ditawarkan Telkom dan target dana yang diperoleh dari penjualan anak usaha tersebut.

Kantor berita Reuters sebelumnya melansir bahwa pengusaha Chairul Tanjung (CT) sebagai pemilik CT Corp akan mengambil alih perusahaan televisi berbayar milik Telkom, yakni PT Indonusa Telemedia (TelkomVision). Nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, menilai akuisisi tersebut akan meningkatkan value CT Corp. Bisnis media CT Corp akan semakin besar dan value-nya meningkat. Apalagi jika CT Corp menjadi pemegang saham mayoritas TelkomVision. "Akan memiliki kewenangan lebih," kata dia.

Reza menilai ada pertimbangan tersendiri bagi Telkom melepas sahamnya di TelkomVision. Telkom diperkirakan akan lebih berfokus pada bisnis telekomunikasi seluler. Adapun TelkomVision, setelah diakuisisi CT Corp, nantinya memiliki daya saing tinggi di bisnis televisi berbayar. "Karena akan ada tambahan modal yang masuk," ucap dia.

Sebelumnya CT Corp, melalui Trans Media, telah membeli 100 persen saham PT Agranet Multicitra Siberkom yang merupakan pengelola detik.com dengan nilai akuisisi mencapai US$ 60 juta. Selain media online, Trans Media memiliki dua perusahaan yang bergerak di bidang media televisi, yakni Trans7 dan Trans TV.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya juga telah membenarkan bahwa perseroan saat ini menjalin kemitraan dengan CT Corp untuk mengembangkan TelkomVision. "Dalam rangka memperkuat posisi TelkomVision dalam industri televisi berbayar di Indonesia," kata dia. Menurut Arief, kerja sama itu dapat memberi niai tambah lebih bagi TelkomVision.

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa TelkomVision memiliki posisi yang unik dan berpotensi berkembang lebih baik ke depan. "Di dalam kemitraan ini, Telkom akan bertindak sebagai penyedia infrastruktur, sedangkan CT Corp sebagai penyedia konten," kata dia.ANANDA PUTRI | ABDUL MALIK

Sunday, June 9, 2013

Pembentukan Modal Melambat

Menurut Lana, perlambatan pertumbuhan PMTB sebenarnya sudah mulai terlihat sejak akhir kuartal tahun lalu dan berlanjut hingga kuartal I 2013. Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi tahun ini melambat. Perlambatan tidak hanya terjadi pada konsumsi dalam negeri, namun juga pada beberapa sektor seperti konstruksi dan perdagangan.

Dia menjelaskan, sejak dua tahun terakhir, kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi sangat rendah. Pada kuartal pertama 2011, kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 2 persen dan tahun 2012 mencapai 2,4 persen. "Sedangkan kuartal pertama tahun ini hanya 1,44 persen."

Karena itu, pemerintah pasti sulit untuk mencapai target pertumbuhan sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2013 yang sebesar 6,3 persen. "Sekarang orang melihat range pertumbuhan ekonomi Indonesia 6-6,2 persen. Jadi sangat sulit. Apalagi impor barang modal juga menurun," kata dia.

Akhir pekan lalu, Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa PMTB tahun ini diperkirakan hanya mencapai 6-7 persen. Angka ini jauh lebih rendah daripada target APBN 2013 yang mencapai 11,9 persen. Menurut dia, kecenderungan perlambatan investasi sudah terlihat sejak kuartal pertama 2013.

"Impor barang modal mengalami penurunan. Jadi investasinya diperkirakan pada range 6-7 persen, lebih rendah daripada perkiraan awal," kata Chatib di kantor Kementerian Keuangan, Jumat lalu.

PMTB pada tahun ini memang terlihat melambat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan PMTB hanya berada di angka 5,9 persen. Sedangkan jika dilihat pada kuartal pertama tahun lalu, pertumbuhan mencapai 10 persen, meningkat di kuartal dua 2012 menjadi 12,5 persen, kuartal tiga 9,8 persen, dan kuartal empat 7,3 persen.ANGGA SUKMA WIJAYA

Friday, June 7, 2013

PM Jepang Berjanji Tingkatkan Pendapatan Jepang

Peningkatan pendapatan ini merupakan salah satu dari tiga program paket kebijakan stimulus ekonomi Abe atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abenomics. Dalam strategi ketiga ini, Abe menekankan bahwa peningkatan pendapatan sangat penting dalam menunjang keberhasilan.

Abe berambisi mengakhiri tahun deflasi dan dekade stagnasi ekonomi yang menimpa Negeri Matahari Terbit ini. Abe tampaknya ingin mengejar ketertinggalan dari Cina yang telah melesat melampaui Jepang pada peringkat ekonomi dunia. Sebelumnya, Abe telah menetapkan kebijakan pelonggaran moneter dan belanja pemerintah yang besar sebagai bagian dari program stimulus ekonomi.

Monday, June 3, 2013

Pemulihan Ekonomi Eropa Diklaim Sesuai Jalur

SHANGHAI - Gubernur Bank Sentral Eropa, European Central Bank, Mario Draghi, mengatakan pemulihan ekonomi di kawasan Eropa berada pada jalur yang benar. "Pemulihan ekonomi itu didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral dan meningkatnya permintaan global," kata dia di Shanghai, Cina, sebelum konferensi internasional, seperti dilansir Reuters, kemarin.

Menurut dia, bank sentral menurunkan suku bunga acuan dalam rekor terendah sejak Mei lalu. Suku bunga acuan masih berpeluang turun lagi. Namun, melihat inflasi Mei yang meningkat dari 1,2 persen pada April menjadi 1,4 persen, bank sentral kemungkinan mempertahankan suku bunga acuan.

Eropa juga masih dihadapkan pada persoalan angka pengangguran yang masih tinggi, yakni 12,2 persen pada April silam. Angka pengangguran, menurut Draghi, masih menjadi persoalan serius. Menurut Biro Statistik Komisi Eropa (Eurostat), seperti dilansir BBC, tingkat pengangguran pada April sebesar 12,2 persen lebih tinggi dibandingkan pada bulan sebelumnya, 12,1 persen.

Eurostat pun menyatakan ada penambahan 95 ribu penganggur di 17 negara Eropa, sehingga jumlah penganggur bertambah menjadi 19,38 juta jiwa. "Sejumlah negara di Zona Eropa menghadapi krisis ekonomi, namun ada sebagian yang mulai stabil," ucap Draghi. Menurut dia, pemulih an ekonomi memang harus dilakukan secara bertahap.

Bulan lalu, bank sentral Eropa melakukan pertemuan untuk membahas upaya pemulihan ekonomi negara-negara Eropa. Bank sentral menilai pemulihan ekonomi harus dilakukan secara bertahap karena tingkat krisis tiap negara berbeda. Draghi pun mengingatkan pimpinan negara-negara Eropa agar konsisten menjalankan reformasi ekonomi demi meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing.

Draghi memang optimistis pemulihan ekonomi bakal sukses. Seperti dilansir CNBC beberapa waktu lalu, komentar optimistis Draghi mampu mengangkat nilai tukar euro, baik terhadap dolar Amerika Serikat, yen Jepang, maupun pondsterling. Namun, Presiden Prancis Francois Hollande pernah mengingatkan bank sentral Eropa agar mengawasi pergerakan kurs euro. Ia khawatir bila kurs euro naik terlalu tinggi bakal memicu pelemahan kinerja ekspor, yang pada akhirnya bisa menekan ekonomi. SETIAWAN

Tuesday, May 28, 2013

Perbankan Diminta Genjot Penyaluran Dana Murah

JAKARTA - Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Agus Eko Nugroho, mengatakan perbankan harus mendorong penyaluran dana pihak ketiga, khususnya dana murah, agar fungsi intermediasi berjalan. Sumber dana murah tersebut berasal dari nasabah kelas menengah dan atas.

Menurut Agus, nasabah kelas ini paling kecil terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak pada bulan depan. "Tapi masyarakat kelas bawah, selain akan terbebani BBM, akan menghitung-hitung penempatan dana mereka di perbankan," ujarnya kemarin.

Salah satu bank yang menggenjot perolehan dana murah adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Direktur Consumer Banking Bank Danamon, Michellina Triwardhany, menyatakan salah satu bentuk dana murah yang tengah digenjot adalah kartu kerdit bisnis sebagai fitur komplementer program tabungan premium.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, Bank Danamon meraup dana murah (CASA) yang berasal dari giro, tabungan, dan kartu kredit dengan nilai hingga Rp 42 triliun. Kinerja yang tergolong baik membuat perusahaan ini menargetkan CASA bisa tumbuh lebih cepat daripada yang dicatat oleh industri perbankan.

Head of Marketing Retail Banking Bank Danamon, Djomingin Budiono, menuturkan, pertumbuhan CASA dalam industri perbankan berkisar 20 persen. Pada kuartal I tahun ini, komposisi dana pihak ketiga terdiri atas 44 persen untuk CASA dan 56 persen untuk deposito. "Sampai akhir tahun bisa mendekati angka 46 persen untuk CASA," ucapnya.

Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 21,3 persen, dari Rp 220,87 triliun menjadi Rp 242,93 triliun sepanjang kuartal pertama tahun ini. Dari dana pihak ketiga itu, dana murah berupa tabungan dan giro tumbuh 22,1 persen menjadi Rp 29,22 triliun.

"Hal ini menjadikan komposisi CASA terhadap total DPK meningkat dari 60 persen pada kuartal pertama tahun lalu menjadi 66,5 persen pada kuartal pertama tahun ini," ujar Direktur Utama BNI, Gatot M. Suwondo, beberapa waktu lalu.LINDA TRIANITA | MARTHA THERTINA